Minggu, Juli 24, 2011

catatan usangku

ada rasa yang begitu merejam.
menusuk hingga menggetarkan jiwa.
aku hanya bisa tertunduk
inginku lari sekuat mungkin untuk pergi dari kenyataan ini

tak bisa ku bendung butiran air mata ini.
ada gores luka yang begitu menyayat hati
dalam rapuh ku coba untuk terus berjalan.
melangkah mencari setitik cahaya terang

biarlah semua ini ku simpan di catatan usangku
tersimpan rapat dalam hati yang terdalam.
biarkan bibir ini menutup semua rapat-rapat
dalam asa ku titipkan rinduku lewat angin mlam.

dalam rapuh ku tetap berharap.
dalam gores luka ku tetap mencoba berdiri.
meskipun langkahku tertatih
biarkan semua rasa ini ku simpan rapat dalam catatan usangku..

biarkan ku membisu.
mengobati perih luka yang merejam
meremuk hingga meluluntahkan semua angan dan tiang yang pernah ku bangun.
duhai hati, dengarlah ratapku..
laraku semakin nyilu....
isak tangispun tak terbendung..

ketika janji nan suci ternodai.
bahkan terlupakan di makan sang waktu..
terkubur dalam-dalam.
hingga menyisahkan goresan yang terobati..

biarkan semua menjadi catatan usangku..
yang tersimpan rapat dalam masa lalu

Kamis, Juli 21, 2011

Rindu

Kala malam ku bercumbu dengan kesunyian
berteman bintang menghiasi cakrawala
berjibaku untuk megurai rindu yang telah lama kristalkan asa
yang telah lama membatu


            Dikala bintang memancarkan cahanya
            kembali tampak senyum indahmu
            menghiasi relung jiwa yang tlah lama menahan rindu
            rindu yang telah lama tertahan di dasar jiwa

anganku terus berlari mengejar senyummu
diam menyeretku, menyadarkanku akan ilusi tentangmu
memaksa sadarku untuk menembus sesuatu yg kuistilahkan kenangan
dalam nyata inginku bertemu.
namun jarak begitu jauh memisahkan, sehingga hanya mampu menyisahkan rindu..rindu… rindu yang tertahan

           

Rabu, Juli 13, 2011

Masa Kecil

Mereka yang berlari lepas
Membelah bumi terhampar luas
Mereka yang tertawa riang
Menyusur jalan
Menembus langit tanpa batas

Tak ku temui di balik mereka
Kecuali fatamorgana fantasi yang menakjubkan
Mereka menyulap kesedihan
menjadi jutaan warna kebahagiaan

Ahh.... ingin rasanya aku kembali
ke masa kecilku
Berlari lepas
terbang bebas
dan sejenak melupakan beban kehidupan...

Selasa, Juli 12, 2011

Gadis yang Menganyam Harap

inilah aku
Gadis yang menari dikesunyian
Menjabarkan erangan kerinduan
Melukis seroman wajah dalam bayangan
Bila malam mulai menjelang
Aku menatap bulan yang bulat
Menghitung bintang dari jarak pandang paling
dekat
Seolah mereka turut memandangku lekat
Denyut jantung bergetar hebat
Bola mataku mulai menghangat
Potret tergenggam ditangan kupeluk erat
Ketuaan yang telah merayap
Tuhan izinkan aku menganyam harap
Sebelum aku tertidur lelap
Seperti doa-doa yang slalu terucap
Rekatkan hatiku dan hati ayah ibuku dalam satu
ratap.

Allah Jadikanlah Hujan Ini Berkah

Dahulu kau cintai aku segenap hatimu
Tiada terucap secebis pun kata benci
Lalu perpisahan menghampiri kisah aku dan kamu
Kau habisi rasa yang terjadi

Sepatah sisa kata urung diucap
bolehkah Aku meminta
Janji yang sudah terkecap
Biarlah abadi setia
Menemani puing reruntuh
Kisah kita
Mewarnai kepingan luruh
Tak bernyawa

Diakui atau tidak
Pernah terukir namamu
Sempat tergores manis di bilik ruangku
Meski rapi tertutupi
Wangi tetap menghiasi

Terusik Lampau

Dahulu kau cintai aku segenap hatimu
Tiada terucap secebis pun kata benci
Lalu perpisahan menghampiri kisah aku dan kamu
Kau habisi rasa yang terjadi

Sepatah sisa kata urung diucap
bolehkah Aku meminta
Janji yang sudah terkecap
Biarlah abadi setia
Menemani puing reruntuh
Kisah kita
Mewarnai kepingan luruh
Tak bernyawa

Diakui atau tidak
Pernah terukir namamu
Sempat tergores manis di bilik ruangku
Meski rapi tertutupi
Wangi tetap menghiasi


Puisi dari : Nyi Penengah Dewanti

Adalah Rindu

adalah rindu yang melemaskan persendianku

adalah rindu yang menggetarkan bilik ruang
jantungku

adalah rindu ketika daun luruh satu-satu tertiup
sang bayu

adalah rindu ketika mataku beradu pandang
dengan potretmu

adalah rindu ketika jari jemari menari menorehkan
tinta syair kata

adalah rindu ketika burung berkicau memanggil-
manggil namamu

adalah rindu bertelanjang ia
membutuhkan pakaian

adalah rindu ketika kamu jauh dari pandanganku

adalah rindu bila ragamu tak mampu kusentuh

adalah rindu yang akan terus merindu tiada
tersedu

adalah rindu karena kau tak mampu melihat
keberadaanku

adalah rindu yang mengalir gemericik di tepian hilir

adalah rindu bila mulutku membekap kelu

adalah rindu yang terus meliar jika kau mampu
tuntun aku keluar

adalah rindu tak terbatas dan terus mengakar

adalah rindu....


Puisi Dari Nyi Penengah Dewanti

Pagi Membawamu Kembali

gelisah pagiku terbayar sudah
saat kurapal namamu dalam detik-detik sepi
kudapati hadirmu dalam baris terindah
hanya kaulah yang kutunggui sejak pagi

ketika bola mataku membuka mencari celah
tak kutemui Tubuhmu ada di sisi
Selimut malam ternyata membawamu pergi
Aku masih akan terus menanti walau lelah
menggerayah

Mentari membawamu kembali
Sadarku siapalah diri ini
Tak layak untuk di harapi
meski perih aku tak peduli
Bertahan ku tetap merindui
© Copyright 2019 Town Square WR 06 | All Right Reserved