Sabtu, Juli 02, 2011

Tips Menulis Cerpen

Bagaimana menulis cerpen? Bagaimana memulainya? Berbagai pertanyaan pun muncul dari mereka yang hendak memulai menulis cerpen. Berikut adalah sekelumit tentang penulisan cerpen.

Struktur

Para penulis pemula seringkali disarankan untuk menggunakan pengandaian berikut ini ketika mulai menyusun cerpen mereka:

1. Taruh seseorang di atas pohon.

2. Lempari dia dengan batu.

3. Buat dia turun.

Kelihatannya aneh, tapi coba Anda pikirkan baik-baik, karena saran ini bisa diterapkan oleh penulis mana saja. Nah, ikuti langkah- langkah perencanaan seperti yang disarankan di bawah kalau Anda ingin menulis cerpen-cerpen yang hebat.

Perencanaan Cerpen

Taruh seseorang di atas pohon: munculkan sebuah keadaan yang harus dihadapi tokoh utama cerita.

Lempari dia dengan batu: Dari keadaan sebelumnya, kembangkan suatu masalah yang harus diselesaikan si tokoh utama tadi. Contoh: Kesalahpahaman, kesalahan identitas, kesempatan yang hilang, dan sebagainya.

Buat dia turun: Tunjukkan bagaimana tokoh Anda akhirnya mengatasi masalah itu. Pada beberapa cerita, hal terakhir ini seringkali juga sekaligus digunakan sebagai tempat memunculkan pesan yang ingin disampaikan penulis. Contoh: Kekuatan cinta, kebaikan mengalahkan kejahatan, kejujuran adalah kebijakan terbaik, persatuan membawa kekuatan, dsb.

Ketika Anda selesai menulis, selalu (dan selalu) periksa kembali pekerjaan Anda dan perhatikan ejaan, tanda baca dan tata bahasa. Jangan menyia-nyiakan kerja keras Anda dengan menampilkan kesan tidak profesional pada pembaca Anda.

Praktekkan perencanaan sederhana ini pada tulisan Anda selanjutnya.

Tema

Setiap tulisan harus memiliki pesan atau arti yang tersirat di dalamnya. Sebuah tema adalah seperti sebuah tali yang menghubungkan awal dan akhir cerita dimana Anda menggantungkan alur, karakter, setting cerita dan lainnya. Ketika Anda menulis, yakinlah bahwa setiap kata berhubungan dengan tema ini.

Ketika menulis cerpen, bisa jadi kita akan terlalu menaruh perhatian pada satu bagian saja seperti menciptakan penokohan, penggambaran hal-hal yang ada, dialog atau apapun juga, untuk itu, kita harus ingat bahwa kata-kata yang berlebihan dapat mengaburkan inti cerita itu sendiri.

Cerita yang bagus adalah cerita yang mengikuti sebuah garis batas. Tentukan apa inti cerita Anda dan walaupun tema itu sangat menggoda untuk diperlebar, Anda tetap harus berfokus pada inti yang telah Anda buat jika tidak ingin tulisan Anda berakhir seperti pembukaan sebuah novel atau sebuah kumpulan ide-ide yang campur aduk tanpa satu kejelasan.

Tempo Waktu

Cerita dalam sebuah cerpen yang efektif biasanya menampilkan sebuah tempo waktu yang pendek. Hal ini bisa berupa satu kejadian dalam kehidupan karakter utama Anda atau berupa cerita tentang kejadian yang berlangsung dalam sehari atau bahkan satu jam. Dan dengan waktu yang singkat itu, usahakan agar kejadian yang Anda ceritakan dapat memunculkan tema Anda.

Setting

Karena Anda hanya memiliki jumlah kata-kata yang terbatas untuk menyampaikan pesan Anda, maka Anda harus dapat memilih setting cerita dengan hati-hati. Disini berarti bahwa setting atau tempat kejadian juga harus berperan untuk turut mendukung jalannya cerita. Hal itu tidak berarti Anda harus selalu memilih setting yang tipikal dan mudah ditebak. Sebagai contoh, beberapa setting yang paling menakutkan bagi sebuah cerita seram bukanlah kuburan atau rumah tua, tapi tempat-tempat biasa yang sering dijumpa pembaca dalam kehidupan sehari-hari mereka. Buatlah agar pembaca juga seolah-olah merasakan suasana cerita lewat setting yang telah dipilih tadi.

Penokohan

Untuk menjaga efektivitas cerita, sebuah cerpen cukup memiliki sekitar tiga tokoh utama saja, karena terlalu banyak tokoh malah bisa mengaburkan jalan cerita Anda. Jangan terlalu terbawa untuk memaparkan sedetail-detailnya latar belakang tiap tokoh tersebut. Tentukan tokoh mana yang paling penting dalam mendukung cerita dan fokuskan diri padanya. Jika Anda memang jatuh cinta pada tokoh-tokoh Anda, pakailah mereka sebagai dasar dalam novel Anda kelak.

Dialog

Jangan menganggap enteng kekuatan dialog dalam mendukung penokohan karakter Anda, sebaliknya dialog harus mampu turut bercerita dan mengembangkan cerita Anda. Jangan hanya menjadikan dialog hanya sebagai pelengkap untuk menghidupkan tokoh Anda. Tiap kata yang ditaruh dalam mulut tokoh-tokoh Anda juga harus berfungsi dalam memunculkan tema cerita. Jika ternyata dialog tersebut tidak mampu mendukung tema, ambil langkah tegas dengan menghapusnya.

Alur

Buat paragraf pembuka yang menarik yang cukup membuat pembaca penasaran untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Pastikan bahwa alur Anda lengkap, artinya harus ada pembukaan, pertengahan cerita dan penutup. Akan tetapi, Anda juga tidak perlu terlalu berlama-lama dalam membangun cerita, sehingga klimaks atau penyelesaian cerita hanya muncul dalam satu kalimat, dan membuat pembaca merasa terganggu dan bingung dalam artian negatif, bukannya terpesona. Jangan pula membuat "twist ending" (penutup yang tak terduga) yang dapat terbaca terlalu dini, usahakan supaya pembaca tetap menebak-nebak sampai saat-saat terakhir. Jika Anda membuat cerita yang bergerak cepat, misalnya cerita tentang kriminalitas, jagalah supaya paragraf dan kalimat-kalimat Anda tetap singkat. Ini adalah trik untuk mengatur kecepatan dan memperkental nuansa yang ingin Anda sajikan pada pembaca.

Baca ulang

Pembaca dapat dengan mudah terpengaruh oleh format yang tidak rapi, penggunanaan tanda baca dan tata bahasa yang salah. Jangan biarkan semua itu mengganggu cerita Anda, selalu periksa dan periksa kembali.

Bahan diterjemahkan dan diringkas dari: http://www.write101.com/shortstory.htm

Di kutip dari : http://www.facebook.com/home.php?sk=group_167101289987283&view=doc&id=217387854958626

Tips Rahasia Menang Lomba Cerpen

Apakah kamu sudah keseringan kalah lomba menulis cerpen sudah kesekian kali sakit hati bin kesal karena sampai detik ini belum pernah menang, atau jangan-jangan sudah talak tiga sama yang namanya lomba lantaran selalu keok?

Ini dia solusinya. Dan, kamu wajib membacanya kemudian langsung praktek. Setelah itu, berdoalah lomba berikutnya kamu bisa juara.

9 tips rahasia menang lomba cerpen:
  1. Tulis sesuai tema, keluar dari tema = kalah. Kamu harus jeli melihat tema lomba tersebut, yang kira-kira memiliki peluang menang lebih besar. Temukan ide yang unik dari tema tersebut untuk dijadikan cerpen yang memikat.
  2. Tulislah  sesuatu yang berbeda dan unik, inilah yang dinamakan orisinalitas alias keaslian ide. Tema boleh sama, tapi ide cerita kamu harus berbeda. Kalau ikut-ikutan menulis yang sudah jamak ditulis penulis-penulis sebelumnya, dijamin cerpen kamu itu tidak akan dilirik juri. Isu tentang lokalitas salah satunya. Maka, tulislah apa yang dekat di sekitarmu, di daerah asalmu, tentunya sesuatu  yang menarik untuk ditulis. Jika tidak menarik, ya buat apa ditulis.
  3. Perhatikan syarat lombanya. Patuhi secara ketat ketentuan perlombaan, mulai dari banyak halaman, spasi, ukuran kertas, margin (garis teks), jenis huruf, besar huruf, sinopsis,  nomor halaman, biodata, formulir (jika diminta), surat pernyataan keaslian karya (jika diminta), surat pengantar lomba, dll.
  4. Penulisan yang sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia dan mematuhi EYD. Harap diingat, bahasa baku dalam sastra/fiksi itu jangan dipukul rata sama dengan bahasa baku ilmiah. Kalau masih bingung macam apa makhluk bahasa baku sastra, silakan baca cerpen yang sudah dimuat di koran-koran/majalah sastra nasional yang ditulis para cerpenis top.
  5. Gunakan bahasa yang sederhana, mengalir lancar, ceritanya mudah dipahami dan ada pesan yang kuat terkandung di dalamnya. Salah satu indikasi pesan cerpen itu sampai adalah kamu masih terus kebayang jalan cerita cerpennya, malahan terbawa dalam mimpi.
  6.  Ketahui tujuan lomba tersebut apakah berkaitan dengan momen tertentu seperti Hari Ibu, Proklamasi Kemerdekaan, hari-hari penting tertentu, dll. Nah, usahakan menulis sesuai dengan momen tersebut jika kamu masih ingin mendapat hadiah.
  7. Siapa penyelenggara lomba, dan tulislah sesuai dengan keinginan mereka. Misalkan yang mengadakan lomba cerpen tersebut adalah ikatan ibu-ibu kelurahan, jangan kamu tulis masalah bapak-bapak yang kesurupan di hutan lalu ditolong orang utan, gak nyambung ding. Dijamin tak dilirik, capek deh. Kondisikan tema cerpen kamu itu sesuai dengan kepentingan si penyelenggara, apalagi jika itu adalah majalah/koran, instansi tertentu, ormas, dll. Tentunya mereka mengadakan lomba yang intinya tidak jauh-jauh dari kepentingan mereka. Jika penyelanggara yang ada di daerah, maka WAJIB hukumnya kamu menulis cerpen yang berseting di daerah tersebut jika masih ingin mendampatkan tropi juara. Misalkan yang mengadakannya adalah majalah wanita seperti Nova, WAJIB hukumnya tokoh utamanya adalah wanita (lebih khusus wanita karir, atau ibu muda), kalo kakek-kakek atau balita tokoh utamanya jangan mimpi bakal dapat juara.
  8. Jika penyelenggara lomba adalah institusi yang terkenal sebagai pelopor sastra misalkan Majalah Horison, Koran Kompas, Dewan Kesenian Jakarta, Dewan Kesenian Lampung, Dewan Kesenian Riau, dll. usahakan menulis cerpen yang aroma sastranya lebih kental. Kalau masih nekat mengirim cerpen lebay bin alay kamu yang sepenuh bumi menggunakan bahasa gaul itu dijamin sampai kiamat cerpen itu tidak akan menang. Lulus sensor panitia saja sudah sebuah keajaiban.
  9. Ketahui siapa dewan jurinya dan pelajari cerpen seperti apa yang mereka sukai. Jika sudah tahu selera dewan jurinya macam mana, tinggal sesuaikan saja penulisan kamu sesuai dengan gaya tersebut. Karena soal selera tidak akan pernah menipu.

Sumber : www.menulisdahsyat.blogspot.com
               By. Joni Lis Efendi

Jumat, Juli 01, 2011

Suntikan Motivasi

Curhat tentang menulis.
Assalamu’alaikum tetangga-tetanggaku tercinta…

         
          Aku ingin sedikit berbagi, bagaimana langkahku ketika aku memutuskan untuk menjadi seorang penulis. Bukan maksud hati menyombongkan diri, tolong jangan berpikir seperti itu ya? Karena aku tidak ingin menjadi tetangga durhaka (lho??).

          Dulu kalian memang tidak mengenalku. “Hah? Siapa sih aku ini? Bukan artis juga kali, kenapa harus dikenal coba? Kayaknya nggak penting banget deh buat kenal sama aku,” itulah rentetan pertanyaan yang kuajukan kepada diriku sendiri. Dulu aku memang bukan siapa-siapa, tapi sekarang aku menjadi sebagian dari kalian.
  
          Sekarang biar aku katakan kepada kalian. Aku dulu hanya peri kecil yang belum bisa terbang, tertatih dan berkali-kali jatuh terjerembab. Bahkan hampir saja sayapku benar-benar patah saat aku mengatakan aku menyerah. Kupikir aku tidak akan bisa menjadi seperti peri yang berada dalam dongeng-dongeng yang berhasil mengabulkan segala impian. Kupikir aku sudah kehilangan kandil dalam gelapku. Dan kupikir semuanya hanya sia-sia, usahaku dan kerja kerasku tak berguna. Tapi segala pemikiranku hanya membawaku pada fase keputusasaan yang mendera. Menjurus pada kekalahan mutlak yang terus-menerus menghantui. Sampai akhirnya dia –seseorang yang sangat kukagumi– memberi suntikan semangatnya untukku.

          Selaiknya peri kecil yang belum bisa terbang, pula dengan penaku yang sering kandas tanpa makna. Aku sering dilanda ketidakpercayaan dalam diri, aku selalu berkata pemeran protagonis sedang berjuang dalam yudha dan tinggal menunggu waktu untuk terkena sayatan pedang bermata dua. Selalu begitu… hingga suatu ketika lembar-lembar kisah yang kurunut menemukan noktah cahaya dan selamat dari gelanggang pertarungan.

          Semuanya karena hati, aku menulis karena hati, dengan tulus dari hati. Bukan hanya sekedar ambisi untuk memenangkan sebuah lomba atau menjadi kontributor antologi. Bukan, bukan seperti itu. Aku menulis karena cinta dan dengan begitu tulisanku juga dipenuhi dengan cinta.

          Dulu aku juga selalu minder. “Ah, tulisanku jelek… mana mungkin orang suka?” nah, waktu itu aku mendapat dua peta konsep. Yang pertama, karena tulisanku jelek dan tidak bermutu aku menyerah saja, daripada diketawain orang sekampung mendingan dikubur di tanah pekuburan (emangnya jenazah?? hehe). Yang kedua, karena tulisanku jelek dan tidak bermutu aku harus bisa memperbaikinya, minimal biar tulisanku enak dibaca harus ditata lagi EYD-nya. Setelah itu baru mikirin gimana cara meningkatkan kualitas tulisan. Aku memilih peta konsep yang kedua karena saking cintanya aku kepada tulisan (cielaaaa).

          Aku si peri kecil sudah bisa terbang, walau terkadang tumbang oleh badai. Semuanya butuh proses, tidak ada satu pun yang instan kecuali mie instan. Pemula, newbie… sebutan bagi penulis yang baru belajar. Seperti itulah aku. Masih merangkak step by step. Menikmati setiap terjal jalannya.

          Aku ingin berterimakasih kepada Bang Syaque yang membuat proyek “Andai Aku Miskin”. Tau nggak sih? Itulah kali pertama tulisanku berhasil menjadi kontributor antologi. Karena pada antologi itu setiap naskah yang masuk akan dibukukan, tidak memandang bulu. Mau naskahnya jelek atau bagus tetap dibukukan. Berawal dari situ aku terus merangkak lebih jauh dan satu persatu tulisankuAlhamdulillah telah berhasil menang dari yudha dan menghindari pedang bermata dua. Setelah lebih dari setengah tahun mengembara dan tersesat akhirnya namaku nampang juga di pengumuman-pengumuman itu. Baru saja di bulan April yang lalu.

          Pula ingin berterimakasih kepada Pak Pung Joni Lis Effendi yang memberiku kesempatan untuk bergabung di kampung tercinta kita ini. Karenanya aku bisa mengepakkan sayapku kembali dan mengarungi hydro gumpalan awan yang dulu tak dapat kugapai.

          Pesanku, untuk tetangga-tetangga yang kusayangi… jangan menyerah sebelum berhasil. Pasti suatu saat nanti akan indah pada waktunya (Taellaaah… udah kayak lagu aja yah??).
Sepertinya orasiku cukup panjang ya? Maafkan aku sebelumnya, bukan bermaksud menggurui lho ya. Ini hanya sekedar curhat, jadi ambil sisi positifnya saja ya?? See you later, bye…

Wassalamu’alaikum…

Ttd.

El Eyra

Warga WR06


DAFTAR WARGA WR06:
1.      'Tutut Chan
2.      Agus Pribadi
3.      Ainun Azizah
4.      Ajunk Aiiu Sandra Tendynovia
5.      Alina Sitha
6.      Altair's Ummi
7.      Ana Azzahra Ath-thahirah
8.      Anna Permatasari
9.      Aoi Azzahra
10.  Aywa Hyuni ZHoy
11.  Cha-Cha Subekti
12.  Choco Chip
13.  D' Ambar Sudarno
14.  Danik Easteria
15.  Darwadi Adi
16.  Dewi Ryuuki
17.  Dewi Syafrina
18.  Dheavannea Corner
19.  Dinda Lyena
20.  Dyna Analysa
21.  Erni Suprihatin
22.  Evilinda Dwi Prihastanti
23.  Fadilah Utama
24.  Fajar Kurniawan
25.  Fia Choirun Nisa
26.  Ghara Xie Melati
27.  Halimah Thussyahdiah Dalimunthe
28.  Icha Rm
29.  Imam Buchori
30.  Iyah Tokiyah
31.  Iyo Yanuar
32.  Jamilah Mariam
33.  Joni Lis Efendi
34.  Joni Lis Efendi II
35.  Kazu Hanoka
36.  Leea Nesa
37.  Mandala Filsafat Cinta
38.  Medya Maizar
39.  Menhy Lizardobhia
40.  Muhammad Anhar
41.  Nawang Wulandari
42.  Nenny Makmun
43.  Nonna Reza
44.  Novia Wirna
45.  Nur Hikmah
46.  Nuri Novita
47.  Nyi Penengah Dewanti
48.  Om Dompet
49.  Opi Anggoro
50.  Pebe Purbasari
51.  Pit Iriani
52.  Prito Windiarto
53.  Puthree Rizq Ananda
54.  Rezuicy Notaboy
55.  Ricko Septian Wijaya
56.  Rifka Fatmawati
57.  Saiful Anwar
58.  Salsabilah Nadhifah Aqilah
59.  Seven Soyuz Sampurna
60.  Silvia Dwi Carolina
61.  Sita Nurbaiti
62.  Subhan Husain
63.  Syifa Kamilatussa'adah
64.  Tiara Citra Septiana
65.  Tina Yanesh
66.  Titin Septiana Rahmawati
67.  Uci Inspiring Heaven
68.  Ulya Uhirayra
69.  Wafiyyatunnisa Asy Syu'lah
70.  Wawat Smart
71.  Wenny Moelsandi
72.  Win MouRy
73.  Yulina Trihaningsih
74.  Él Éyrà

STOG WR06

Assalamu alaikum tetangga-tetanggaku dikampung WR 6 Tercinta....Sedang apakah...????Atas amanat dari Pak Kasuk,, saya selaku Sekertaris Kampung Peri ingin memberikan postingan paling PuueeenTING yang harus d'ketahui oleh smw warga kampung WR 6 ini..Berikut adalah pengumuman yang dimaksud :*Harap Diperhatikan Yaaaa.... ^^,

STOG. alias {STRUKTUR ORGANISASI} Kampung Peri WR 6 >>

Kepala Suku (Kasuk) :
Saiful Anwar

Wakil Kepala Suku (Wakasuk) :
 Aoi Azzahra 

Sekertaris Kampung (Sekam) :
Nonna Reza 

Bendahara Kampung (Benkam) :
Uci Inspiring Heaven
Opi Anggoro 

Dept. Informasi dan Bakat :
El Eyra
Kazu Hanoka 

Dept. Blog :
Salsabilah Nadhifah Aqilah
Ghara Xie Melati 

Dept. Event :
Mandala Filsafat Cinta


Sekian Informasi Paling Penting dr saya,, sekira'a dapat dijadikan acuan untuk warga sekampung.. Semoga dengan ada'a struktur organisasi ini WR 6 bisa semakin rukun, damai, aman, sejahtera dan sentausa... *HaLaaahhhh... =P

Akhir kata :
SEMANGAT MENULIS DAN SALAM IBU PERI UNTUK SEMUA...!!!
Wassalam..^^,

a.n Nonna Reza
Sekretaris
© Copyright 2019 Town Square WR 06 | All Right Reserved