• WELCOME

    Selamat datang di Town Square WR06. Dari sebuah keinginan yang kuat kami mulai belajar untuk berkarya. Dengan tekat yang kuat dan rasa kebersamaan kami membangun seni sebagai langkah mewujudkan impian. Bersama Writing Revolution yang mengispirasi, kami bangun peradaban dunia. Kejeniusan seorang penulis ketika ia mampu mengisnpirasi orang lain untuk bekarya melalui tulisan. MENULIS ITU JENIUS.

    read-more
  • SABDA HATI UNTUK NEGERI

    Terbit di Leutikaprio Januari 2012, 132 Halaman, ISBN:978-602-225-220-7, harga: Rp. 32.400,00. Air mata darah telah tumpah selaksa menahan amarah yang kian menghunjam pada kehidupan di tanah pertiwi yang kian membunuh mimpi anak-anak negeri. Haruskah jiwa kecil menderu bagai tsunami? Derita bertubi mencabik hati? Merobek jiwa yang kian tertatih? Haruskah nadi berhenti di sini? Lihatlah bunda pertiwi yang berduka menancapkan duri pada jejak kebisuan hati. Dari teriakan jiwa dan jeritan nurani, dukanya kian berkarat dari era ke era karena hanya makan janji. Inilah ratap pertiwi yang usang bermandikan duka lara. Puisi menggambarkan ke-20 cerpen “Sabda untuk Negeri”.. KLIK PADA GAMBAR UNTUK MEMILIKINYA!

    read-more
  • POTRET SETETES KERINGAT

    Terbit di Leutikaprio, Oktober 2011 149 halaman, ISBN: 978-602-225-151-4, harga: Rp. 34.800,00. Potret Setetes Keringat, adalah buku yang berisi 20 kisah indah penuh hikmah yang bercerita tentang cinta dan perjuangan orangtua dalam membesarkan buah hati mereka. Sungguh, kisah tentang cinta antara orangtua dan anak adalah cerita yang tidak akan pernah habis untuk ditulis. Dan dalam buku ini akan kita lihat bahwa bentuk cinta orangtua tidak hanya bisa kita rasakan dalam hangatnya dekapan dan belaian bunda semata, melainkan juga dalam bentuk tetesan keringat yang luruh saat berjuang demi pendidikan sang buah hati, perselisihan dan pertengkaran yang timbul karena perbedaan pandangan antara dua generasi, hingga lantunan doa yang tidak pernah putus dari seorang ibu di sepanjang kehidupan putrinya..... KLIK PADA GAMBAR UNTUK MEMILIKINYA

    read-more
Previous Next

Kaidah Penulisan Kalimat Dialog

Posted by kampung WR 6 On - - 0 komentar

Oleh Joni Lis Efendi
www.menulisdahsyat.blogspot.com



           “Kita akan pergi sekarang.” Aku dan Tono bergegas. [jika akhir kalimat dialog adalah titik, maka awal huruf kalimat berikutnya harus kapital/besar]
            “Semua akan baik-baik saja,” kataku kepada Tono. [jika akhir kalimat dialog adalah koma, maka awal kata berikutnya huruf kecil]
            “Bagaimana perasaan kamu?” tanya Rena menggoda. [jika akhir kalimat dialog adalah tanda tanya, maka awal kata berikutnya harus huruf kecil karena masih dalam satu kalimat]
            “Pergi kau!” teriakku sambil menepuk meja sekuat tenaga. [jika akhir kalimat dialog adalah tanda seru, maka awal kata berikutnya harus huruf kecil karena masih dalam satu kalimat]

Catatan:
  • Setiap dialog baru, harus dibuat alinea/paragraf baru walau cuma satu kata/kalimat.
  • Setiap huruf awal kalimat dialog harus kapital/huruf besar, contoh: “Aku pulang,” kataku kepada Roi yang masih mematung.
  • Penulisan koma sebelum tanda petik penutup. Contoh penulisan koma yang salah. “Dia datang lagi”, kata Danu. Yang benar. “Dia datang lagi,” kata Danu.
  • Penulisan titik sebelum tanda petik penutup. Contoh penulisan titik yang salah. “Dia datang lagi”. Yang benar. “Dia datang lagi.”
  • Perhatikan baik-baik PENULISAN dan LETAK tanda baca (koma, titik, petik (“), tanda tanya (?) dan tanda seru (!) dalam kalimat dialog.
  • Setelah tanda tanda (?) atau tanda seru (!) setelah ditutup dengan tanda petik, tidak ada koma atau titik lagi. Contoh penulisan YANG SALAH. Kau pergi sekarang?”, tanyaku ke pada Andi. Yang benar. “Kau pergi sekarang?” tanyaku kepada Andi.
Tanda petik dengan kata sebelum dan sesudahnya tidak ada spasi. Contoh penulisan tanda petik yang salah. “  Aku pergi,  “ kataku pada Andi. Yang benar. “Aku pergi,” kataku kepada Andi.

Categories:

Leave a Reply

Popular Posts